Dolphin
By : Flower Little Rabbit
Rate : T
Genre : fantasi,
drama, Yaoi.
Warning : Ranjau typo
dan tata bahasa yang tidak baik.
Pairing : HopeKook
.
.
Summary : Ketika Tuhan menciptakan Hoseok, pasti Dia melimpahkan
banyak kesialan. Karena Hoseok merasakannya. Hingga Jungkook datang dan membawa
dunia baru bersamanya.
.
.
pagi yang indah. dengan angin
dan mentari yang bersahabat. tak saling bertengkar menunjukan siapa yang paling
dominan. suara ombak pantai pun seperti musik klasik yang menenangkan. dan
sayang sekali pantai seindah ini sangat sunyi tanpa pengunjung.
sebuah langkah kecil menimbulkan
suara khas pasir yang terinjak. walau pun tidak terdengar tegas, tapi langkah
kaki itu membuat suasana terasa lebih hidup.
seorang anak kecil kira kira
berusia 12th sedang menelusuri pantai yang indah namun sunyi ini. anak itu
tidak sendiri, tapi dengan sebuah koper yang berukuran sedang yang kini sedang
di seret dengan tangan yang tergolong mungil itu.
anak itu mendudukan dirinya di
hamparan pasir pantai. memeluk kedua lutut nya dan membenamkan wajah pada
lipatan tubuh nya itu.
selang beberapa waktu, anak itu
mengangkat kepala dan memutarkan kepala kekiri dan kanan seakan akan mencari
seauatu. hingga manik mata nya melihat sesosok ikan lumba lumba kecil yang
terdampar.
dengan segera, anak kacil itu
membawa langkah kaki nya menuju lumba-lumba terdampar itu.
"gwaenchana?" tanya
nya pada sang bayi lumba-lumba
"kau tersesat? dimana
orangtua mu? apa kau punya adik? apa orang tua mu lebih sering bersama adik
mu?" anak kecil itu dengan polos nya memberi sederet pertanyaan, seakan
akan ikan itu bisa menjawab
"ya, aku tersesat. aku
bahkan tidak punya keluarga seperti yang kau maksud kan" tanpa anak kecil
itu sadari, sang lumba lumba menjawab pertanyaan nya.
"kalau begitu kita sama,
aku juga punya adik, dan orang tua ku sedang sayang sayang nya pada adik
ku" kini anak kecil itu mendudukan dirinya di samping tubuh bayi lumba
lumba yang terdampar itu.
"kau ingin kembali ke air?
ingin ku bantu?" lagi lagi dia bertanya
"iya, iya, aku mohon bantu aku" dan lagi lagi bayi lumba lumba itu menjawab
"iya, iya, aku mohon bantu aku" dan lagi lagi bayi lumba lumba itu menjawab
"baiklah, aku akan
mengembalikan mu ke air" anak kecil itu berdiri, dan sedikit merunduk
menjangkau tubuh bayi lumba lumba itu. anak kecil itu perlahan mengangkat bayi
lumba lumba. walau sedikit kesusahan, bayi lumba lumba sangat berterima kasih
pada nya. kini lumba lumba itu sudah kembali ke pantai. dan saat nya anak kecil
itu juga kembali ke rumah nya.
"terima kasih atas
pertolongan mu. berkat mu aku masih hidup. dan hidupku kini adalah milik
mu"
.
.
"aku berangkat"
seorang namja dengan surai kecoklatan kini sudah beranjak dari pintu rumah nya. dengan seragam rapi dan di balut mantel tebal. hoseok, nama namja itu kini melangkahkan kaki nya menuju sekolah. langit masih tampak sangat pucat. bahkan mentari juga belum terjaga, tapi hoseok sudah berangkat menuju sekolah nya. alasan nya karena, hoseok bukan lah namja yang mempunyai hidup nyaman. hidup nya penuh tekanan, penderitaan dan hinaan. semua orang menganggap nya sii pembawa sial. nenek nya, tantenya, sepupunya, bahkan semua orang yang mengenal nya.
pasal nya 5th yang lalu, saat
hoseok berusia 12th. dia dan keluarganya berlibur ke rumah tua milik mendiang
nenek dari pihak ayah hoseok. mereka berniat untuk liburan. membawa adik hoseok
agar mendapat udara yang baik, selain itu mereka juga memperingati 1000hari
kematian nenek hoseok.
ya, nenek hoseok. nenek yang
selalu memanjakan hoseok. memanjakan hoseok walau sudah ada jimin. di saat
semua keluarga nya mengeluheluhkan jimin. adik hoseok yang sangat imut dengan
pipi bakpao dan kulit seputih susu. membuat semua perhatian tertuju pada jimin.
tapi tidak dengan nenek hoseok. nenek tetap memperhatikan hoseok. tapi nenek
meninggal, dan hoseok pun sendirian. terlebih lagi saat kecelakaan yang menimpa
mobil yang di kendarai hoseok, jimin dan orang tua nya.
kecelakaan itu merenggut nyawa
orang tua nya, juga merenggut nyawa jimin. jimin sii anak kesayangan terutama
dari pihak keluarga ibunya.
akibat kecelakaan maut yang hanya
menyisakan hoseok. maka hoseok lah yang di sebut sebagai anak pembawa sial.
.
.
"aughhh, lihat anak sial sudah berada di kelas" seru salah seorang teman hoseok
"coba tebak, jam berapa
anak sial ini sampai di kelas" seru teman nya yang lain
"jam 4 subuh??"
"aniya, pasti jam 3" "ani, ani, itu pasti jam 4" beberapa
teman nya memperdebatkan kapan hoseok tiba.
"semua salah. dia menginap
di sini" sebuah suara mengintrupsi seisi kelas, membuat semua mata tertuju
pada sosok yang berdiri di depan pintu kelas. mendengar jawaban dari namja itu,
semua bersorak dan tertawa kecuali hoseok. karena hoseok lah yang mereka
tertawakan.
"wuahhh, knock down
namjoon-ah" salah seorang teman namjoon, sepupu hoseok langsung ber high
five ria atas kemenangan namjoon.
seperti itulah hari yang selalu
di lewati hoseok. tidak di rumah, tidak di sekolah, tidak dimana pun. semua
menganggap nya anak sial.
.
.
hari pun sudah larut. di saat seperti inilah hoseok dapat pulang ke rumah. rumah yang bukan seperti rumah. hoseok juga seperti maling, masuk melalui jendela. tak ada sebutir nasi dan setetes air untuk hoseok di rumah ini. rumah milik namjoon sepupunya.
tapi hoseok tak kelaparan.
hoseok menghabiskan waktu nya dengan kerja paruh waktu nya. dari situ lah
hoseok dapat uang untuk makan juga untuk di tabung. bukan berarti orang tua
hoseok tidak meninggalkan warisan. tapi hoseok tidak ingin bergantung pada
warisan yang nantinya akan habis itu.
hoseok melihat jam yang
melingkar di pergelangan nya. pukul 00.15Am dan hoseok sudah siap mengepak
semua barang barangnya. hoseok yakin tak ada satu pun yang tertinggal.
.
.
kini hoseok sudah berdiri di halte bus yang tak jauh dari rumah nya. bukan, maksud nya rumah namjoon. dan hoseok akan menunggu bus pertama yang akan menuju mokpo. kampung halaman nenek nya.
setelah beberapa waktu menunggu,
bus menuju ke mokpo pun tiba. dan di sini lah hoseok sekarang. di dalam bus,
sendirian, dengan earphone di telinga nya.
hoseok memang anak laki laki
yang dapat di banggakan. sejak mempunyai jimin, hoseok sepenuh nya menjadi
seorang hyung. hoseok selalu menjaga jimin, juga tidak lagi menyusahkan orang
tua nya. jadi tidak akan masalah untuk hoseok sekarang.
mulai saat ini hoseok akan
menjalani kehidupan nya sendiri. tanpa seorang pun yang menganggap nya sii anak
pembawa sial. karena hoseok yakin, apa yang di alami nya adalah sebuah dinamika
yang di berikan tuhan.
.
.
"ahh~~ kau kembali"
.
.
Hoseok
menghirup udara segar yang ada di kampung halaman ibunya. Tempat dimana dia
selalu di anggap ada. Walau tak ada yang membenci nya dulu, tapi perbedaan
antara dia dan jimin amat terasa. Walau pun begitu, kematian jimin bukan lah
yang di harapkan hosoek.
Hosoek
menjatuhkan pantat nya hingga menyentuh pasir pasir lembut di pantai dekat
dengan kediaman nya. Mata nya memandang hamparan pantai dan langit yang seakan
akan bersatu di ujung sana. Sudut bibirnya sedikit naik melukiskan sebuah
senyum kecil di wajahnya. Hoseok sendiri pun lupa kapan terakhir dia tersenyum.
Dan saat ini, hoseok merasa dapat tersenyum. Karena dia merasa dekat dengan
ibu, ayah, jimin, dan juga nenek nya.
Hoseok akan
memulai hidup baru nya. Di sini. Di mokpo. Di tempat yang belum seorang pun
mengenal nya. Tak aka nada panggilan ‘anak pembawa sial’ lagi untuk nya. Kini
hoseok dapat tidur, makan, belajar, dan bermain dengan tenang. Hoseok tak perlu
bekerja terlalu keras hanya untuk makan. Dan tak harus kerja paroh waktu hanya
untuk menunggu pagi karena dia tak tahan untuk pulang. Sekarang hoseok dapat pulang
kapan pun dia mau.
.
.
"taehyung-ah!!!"
sebuah teriakan kerasa khas yang melengking mengagetkan seorang namja bernama
taehyung itu. bola mata nya memutar malas. kepala nya menoleh ke sumber suara.
dan dapat di lihat nya seekor lumba lumba sedang berenang cepat menuju ke arah
nya. taehyung hanya dapat menghela nafas, mengingat sesuatu yang buruk sedang
menghampiri nya.
"kali ini
apa lagi jungkook-ah" sebuah pertanyaan meluncur dari bibir taehyung
setelah lumba lumba bernama jungkook itu berhenti di hadapan nya.
"dia...
dia..." jungkook menyebutkan kata 'dia' sambil ter engah engah.
"oke. oke.
tenang lah." taehyung terlebih dahulu menenangkan jungkook. "nah,
sekarang katakan. apa lagi yang terjadi dengan 'dia'??" tanya taehyung
saat jungkook sudah bernafas dengan teratur.
"dia ada
di sini!!!" jungkook kembali berbicara dengan berteriak. mengekspresikan
kebahagiaan nya.
"lalu?" ucap taehyung seperti orang bodoh
"LALU!!!" erang jungkook saat
sahabat nya yang seorang mermaid itu bersikap acuh dengan kabar yang di bawa
nya.
selama ini,
taehyung lah yang menjadi teman curhat jungkook satu satu nya. seorang mermaid
yang mau berteman dengan lumba lumba seperti nya. lumba lumba yang tidak bisa
melakukan apa pun. kecuali menunggu 'hidup' nya kembali.
"iya, lalu
apa?" tanya taehyung lagi. yang sejujurnya memang tidak paham mengapa
jungkook harus melaporkan kedatangan 'dia' dengan sangat emosional.
jungkook
terdiam sejenak mendengar pertanyaan taehyung. ada satu jawaban di benak nya.
hanya saja jungkook takut taehyung tidak akan mengiyakan jawabannya.
"yakk
jungkook. lalu apa?" lagi lagi taehyung bertanya. dan kali ini, jungkook
memantapkan hati nya untuk berani menjawab.
"aku, aku
ingin menemui nya" jungkook menjawab dengan nada pelan.
taehyung
terdiam sejenak. lalu tawa renyah pecah dari bibir nya. membuat jungkook
bingung karena teman nya itu tidak mengomel atau marah atas jawaban nya.
"kau tidak
melarang ku?" tanya jungkook heran.
"untuk
apa? bukan kah kau memang
ingin bertemu dengan nya? kau tinggal ke pantai, dan melihat nya. beres
kan?"
jungkook
menghela nafas nya. ternyata sahabat nya itu tidak mengerti dengan kata 'menemui'
yang di maksud jungkook.
"bukan...
bukan seperti itu taehyung-ah"
"lalu
seperti apa?"
“....”
"jangan-jangan!!" setelah hening
beberapa saat, taehyung langsung berteriak sambil membelalakan mata nya.
mungkin saat ini taehyung sudah memahami makna dari 'menemui' yang di ucapkan
oleh jungkook tadi. dan mendengar ucapan kaget dari taehyung. jungkook hanya
menganggukan kepala nya.
"andwae
jungkook-ah"
"taehyung-ah"
“....”
"kim taehyung"
“....”
"hyung-ahhh!!"
kali ini jungkook merengek sambil berteriak. membuat taehyung menghela nafas
berat.
"wae? wae?
apa yang bisa aku lakukan huh???" setelah tak menjawab panggilan jungkook.
kini taehyung menyerah dengan sikap diam nya.
"aku
dengar, ada penyihir mermaid. pertemukan aku dengan dia" ucap jungkook
memohon.
"aku tidak
tau di mana dia" jawab taehyung dingin.
"ayolah
hyung~~ kau pasti tau" lagi lagi taehyung menghela nafas berat. dia tidak
bisa terlalu keras pada lumba lumba itu.
"arraseo.
besok pagi aku akan mengantar mu. dan diam lah saat ini" jawaban taehyung
membuat jungkook tersenyum. dan menganggukan kepala nya sebagai tanda dia
setuju untuk diam.
.
.
seorang namja kini sedang berbaring di atas
sebuah ranjang sambil mengatur nafas nya. beberapa menit kemudia, namja itu
duduk dan memperhatikan ruangan yang sudah di tata rapih oleh nya.
"akhirnya, selesai semua" hoseok berdiri dan menatap ke luar jendela.
belum pernah hoseok melihat malam yang seindah malam ini. dan mungkin juga
malam malam selanjut nya. hoseok meraih jaket nya, dan melangkahkan kaki nya
keluar. hoseok melangkah ke arah pantai. karena itu memang sangat dekat.
"aku harap
aku selalu bahagia" hoseok memasukan sebuah kertas kedalam botol bening.
lalu melempar nya ke hamparan pantai.
"eomma!!
appa!! jiminie!! aku akan bahagia mulai saat ini!!" hoseok berteriak
melepaskan beban di hati nya. dan itu benar benar membuat hati nya lega. kini
hoseok berjalan kembali ke rumah nenek nya. yang kini menjadi rumah nya. hoseok
berbaring di ranjang nya, dan mulai menutup mata. hoseok harus mencari sekolah
besok. jadi dia tidak boleh bangun kesiangan.
"aku akan
mewujudkan harapan mu"
.
.
"apa tempat nya
masih jauh taehyung-ah~~" keluh jungkook yang saat ini tengah dalam
perjalanan menemui penyihir mermaid.
"sabar
lah. bukan kah kau ingin bertemu manusia itu. kau harus berjuang" jawab
taehyung yang terus memandu jalan. setelah cukup jauh berenang. akhirnya
taehyung dan jungkook sampai di sebuah istana batu yang indah. dan juga istana batu itu terlihat
cukup tinggi.
"nahh naik
lah ke atas. yongi mermaid tidak akan turun ke bawah untuk menemui mu" ucap taehyung.
"lalu
kau?"
"tentu
saja aku akan pulang" jungkook membelalakan mata nya. dia tidak percaya
kalau sahabat nya itu akan meninggalkan diri nya.
"jangan
berfikir yang bukan bukan. aku pulang, karena kau tidak akan ikut pulang
bersama ku" jawab taehyung yang seakan tau arti raut wajah jungkook
"aku?
tidak akan pulang" nada suara jungkook terdengar tidak yakin.
"kenapa?
kau ingin pulang bersama ku? kau tidak akan menemui manusia itu?" jungkook
menggelengkan kepala nya dengan cepat. jungkook mulai memantapkan hatinya
kembali. mata nya memandang ke atas. tempat yang akan membuat nya bertemu
dengan manusia yang selalu di tunggu nya.
"gomawo
taehyung-ah. aku akan sering ke pantai untuk menemui mu"
"aku tidak
bisa bertemu manusia"
"tapi itu
aku"
"karena
kau sudah menjadi manusia. aku bukan lumba lumba seperti mu, yang bisa bertemu
manusia dan bermain dengan mereka, aku mermaid yang hanya ada dalam
dongeng" taehyung terdengar sedang mengeluarkan isi hati nya. terlebih
lagi mungkin taehyung iri, karena dia memang tidak seberuntung jungkook yang
dapat bermain dengan manusia. Tapi bagi taehyung bersama jungkook saja itu sudah lebih dari cukup. Taehyung tak butuh apa pun
lagi.
"arraseo,
aku akan mengirimu surat ke pantai" jungkook tersenyum lembut dan memeluk
taehyung. "aku pergi" ucap jungkook melepaskan pelukan nya dan berenang
ke atas menuju
yoongi
mermaid.
.
.
"anyeonghaseyo.
kim hoseok imnida" hoseok memberi salam pada teman kelas nya. hari ini
hoseok sudah bisa masuk ke sekolah baru. dan hari pertama ini sangat baik.
hoseok dapat sambutan yang baik pula oleh teman teman nya. bukan saja di
kalangan yeoja. hoseok juga di sambut baik di kalangan namja.
"hoseok-ah ingin ke kantin?" hoseok
menoleh pada sosok namja yang menyapa nya. dengan senyum kecil di wajah nya,
hoseok mwnganggukan kepala seraya membawa tubuh nya berdidi dari posisi duduk.
"nama ku
seungjae" namja yang kini berjalan beriringan dengan hoseok pun
memperkenalkan dirinya.
"dan kau
sudah tau siapa aku" ucap hoseok melucu. dan cukup lucu untuk membuat
mereka tertawa hingga kantin.
hari yang baik
mulai di alami hoseok. semakin baik hari demi hari. tak ada lagi panggilang
'anak pembawa sial' untuk nya. hari sudah semakin malam. hoseok belum dapat
memejamkan matanya karena bahagia. bahagia karena hidup nya jauh lebih indah
dari sebelum nya. harus nya hoseok melakukan ini sejak lama. manik mata nya
menatap keluar jendela. malam pun tak terasa gelap karena langit di taburi
bintang yang dengan suka rela mamberikan sinar nya. terlebih lagi sinar bulan
yang kini terasa sangat terang.
hoseok
mengenakan jaket nya lalu melangkahkan kaki ke arah pantai. sejak kecil hoseok
memang sangat menyukai pantai. dan bahkan hingga sekarang. tapi entah mengapa
angin pantai malam ini seperti tak bersahabat. anginya begitu kencang bertiup.
menerbangkan butiran butiran pasir yang lembut. membuat hoseok harus berhenti
dan menutup mata nya. setelah beberapa saat. angin kembali tenang dan hoseok
dapat membuka mata nya. tapi entah apa yang salah dari malam ini. manik mata
hoseok menangkap se sosok namja yang kini sedang terbaring di pinggir pantai.
hoseok melangkah kan kaki ke arah namja itu. dan hoseok kaget melihat namja itu
tanpa sehelai benang pun membalut tubuh nya.
"heii..
heii.." hoseok menepuk nepuk pelan pipi namja yang sedikit chubi itu. merasakan
tubuh namja itu sangat dingin.
"eohh, apa
dia sudah mati?" tanya hoseok pada diri nya sendiri. hoseok melepaskan
jaket nya. membalut tubuh telanjang itu dan segera membawa namja yang tak di
kenal nya itu menuju rumah nya. hoseok menyalakan penghangat ruangan.
memberikan pakaian yang hangat, juga membalut tubuh itu dengan selimut tebal
yang dimiliki nya.
"uhukk...
uhukk..." namja yang tak di kenal itu pun mulai tersadar. dan hoseok masih berada di samping nya.
menunggu namja itu membuka mata nya.
"gwaenchana?"
tanya hoseok saat kedua mata namja tak di kenal itu mengerjap lucu. tak
menjawab ucapan hoseok. namja itu malah menggerakan tangan nya. meraih wajah
hoseok. kaget memang. tapi hoseok berusaha tetap tenang. hoseok yakin namja ini
bukan orang jahat, melihat wajah lucu dan polos nya. dan sedikit terlihat
seperti jimin, adik nya.
"manusia"
kata pertama yang di ucapkan oleh namja tak di kenal itu. hoseok menaikan
sebelah alis nya. menatap bingung pada namja itu.
"aku?"
hoseok menunjuk dirinya sendiri. "aku manusia" ucap nya. "dan
kau? apa kau manusia" sambung hoseok dengan pertanyaan.
"manusia"
hanya satu kata itu yang terucap dari bibir cherry namja yang tak di kenal
hoseok itu.
"manusia"
wajah tanpa ekspresi itu terus mengucapkan kata 'manusia'.
hoseok mengusap kasar wajah nya. apa ini
termasuk salah satu kesialan. dia menolong namja yang entah asalnya dari mana.
dan kini namja itu hanya dapat mengucapkan kata 'manusia'. jelas saja hoseok
manusia, memangnya apa? srigala? vampire? yang benar saja. hoseok hampir gila
menghadapi namja yang di tolong nya.
"arraseo,
arraseo, aku manusia. dan kau manusia. dan manusia itu punya nama. siapa nama
mu?"
"na..ma..?"
sebuah kata yang dianggap hoseok adalah pertanyaan. karena namja ini seperti
baru bisa bicara.
"iya,
nama. siapa nama mu? nama ku hoseok"
"na..ma..ku..
ho..seok"
"ahh,
bukan bukan. itu nama ku. aku bertanya siapa nama mu"
"na..ma.."
hoseok menghela nafas nya. menjambak rambut
nya sendiri. dan hoseok yakin dia akan benar benar gila jika terus berbicara
dengan namja ini.
"ahh
arraseo. mungkin kau lupa siapa nama mu. jadi tidur lah. kita bicara lagi besok
pagi." hoseok meninggalkan namja itu di sebuah kamar tamu. dan hoseok
kembali ke kamar nya. hoseok membaringkan tubuhnya, dan lagi lagi menghela
nafas nya.
"apa dia
lupa ingatan?"
"kalau dia
lupa siapa nama nya, apa aku harus memberinya nama?"
"kalau dia
tidak ingat apa apa, apakah aku harus mengurus nya?"
"tapi...
wajahnya sedikit mirip dengan jimin" hoseok berbicara seorang diri di kamar
nya.
.
.
hari sudah
semakin terang. tanda nya bulan sudah berganti mentari, yang cahayanya memang
sangat menyilaukan. sehingga kini tubuh mungil di balik selimut itu menggeliat
karena terusik. mata nya pelahan terbuka, mengamati di mana kini dia berada.
"ahh, apa
aku berada di rumah nya?" namja itu berbicara seorang diri. dan sebuah bau
memasuki indra penciuman nya. kaki nya melangkah gontai menuju bau itu berasal.
mata nya terbelalak kaget juga bahagia. ternyata benar. itu manusia yang selalu
di tunggu tunggu nya.
"oh, kau
sudah bangun?" hoseok bertanya saat mata nya melihat sosok mungil yang
sampai saat ini belum di ketahui siapa namanya. dan sii mungil itu hanya
menganggukan kepala nya.
"tidur mu
nyenyak?" dan lagi lagi hanya di jawab oleh anggukan kecil
"duduklah,
sarapan nya sudah siap" namja mungil itu mengikuti perintah hoseok. dan
tak lama hoseok meletakan nasi goreng
kimchi yang di buat nya. hoseok memngambilkan nasi goreng untuk namja
yang hanya diam menatap hoseok juga nasi goreng yang di sajikan hoseok.
"ini makan
lah. aku yakin ini enak. jangan khawatir" ucap hoseok sambil tertawa.
"ahh manusia ku. kau memang orang yang baik"
ucap namja itu dalam hati lalu ikut menyantap makanan yang di sajikan hoseok
"umhh, begini rupa nya makanan manusia. rasanya sangat
enak" lagi lagi namja itu berucap dalam hati
nya.
"um.. apa
kau sudah mengingat siapa nama mu" hoseok kembali menanyakan nama namja
itu. hanya hening. tapi hoseok akan menunggu dengan cukup sabar.
"jungkook"
sebuah kata terucap dari bibir cherry nya.
"nama mu
jungkook?" tanya hoseok lagi. dan di jawab dengan anggukan kecil oleh
namja mungil yang bernama jungkook itu.
"ahh,
baiklah jungkook, aku akan memanggil mu kookie, apa kau ingat di mana rumah
mu?" lagi lagi hoseok memberikan pertanyaan. hoseok benar benar melakukan
nya seperti mengintrogasi orang hilang.
"rumah? ahh bagaimana ini tidak mungkin aku bilang
kalau aku adalah lumba lumba dan tinggal di pantai"
jungkook berbicara dalam hati nya. dia masih dapat mengingat nama dan asal usul
nya. bahkan dia masih mengingat sahabat nya taehyung. tapi apa yang harus di
katakan nya pada hoseok.
"kau tidak
ingat?" hoseok menyadarkan jungkook dari lamunan nya. dan langsung
menggelengkan kepala nya.
"baiklah.
kalau begitu kau boleh tinggal di sini" ucap hoseok tanpa basa basi juga
dengan senyum di bibir nya. dan sungguh itu membuat jungkook berdebar debar.
"aku harus
ke sekolah" ucap hoseok setelah melirik jam yang melingkar di tangan nya.
.
.
"taehyung-ah" jungkook berucap
lembut memanggil nama sahabat nya.
"taehyung-ah"
kini jungkook duduk di sebuah karang yang besar. menatap ke pantai yang luas.
dia terus memanggil nama sahabat nya. dan jungkook tau, sahabat nya itu tak
akan muncul. tapi jungkook yakin taehyung mendengar suara nya.
"aku di sini jungkook"
"kau
mendengar ku kan"
"hmm"
"kau ingat
janji ku untuk mengirimu surat?"
"hmm"
"aku tidak
tau cara menulis surat. jadi aku langsung datang kemari"
"aku tau kau itu bodoh"
"hyung-ah.
gomawo. sekarang aku sangat bahagia"
"ternyata kau bahagia"
"aku akan
sangat merindukan mu"
"kau tidak perlu datang lagi"
"aku akan
selalu kemari saat manusia ku pergi sekolah"
"manusia ku?"
"aku
pulang dulu hyung-ah"
"aku tidak akan datang lagi saat kau panggil"
jungkook pun
meninggalkan pantai yang dulu adalah rumah nya. dan wajah nya terlihat sedih.
"apa taehyung mendengarku? aku merasa jahat karena meninggalkan nya
sendirian" jungkook bicara di benak nya.
.
.
"aku
pulang" ucap hoseok memasuki rumah nya. lucu memang, biasa nya dia tidak
mengucapkan salam ketika pulang. tapi karena dia memiliki seorang tamu di rumah
nya, jadi dia mengucapkan salam. dan rasa nya cukup menyenang kan. hoseok
melangkahkan kaki nya mencari dimana namja bergigi kelinci yang ada di rumah
nya ini. keadaan terlihat damai, sunyi, dan...
"yakkkkk!!!"
hoseok berlari menghampiri jungkook saat melihat dapurnya sudah berubah seperti
kapal pecah.
"apa yang
terjadi? apa ada pencuri?" hoseok masih melihat seisi dapur nya dengan
perasaan kaget. tapi namja manis bergigi kelinci itu tetap tenang sambil
menggelengkan kepala nya yang sangat terlihat imut.
"hahhhhh"
hoseok mengambil nafas panjang. "baiklah, sekarang katakan, apa yang
terjadi di sini?" hoseok berbicara setenang mungkin.
"umhh, aku
ingin memasak" sebuah jawaban singkat yang jelas membuat hoseok ingin
tertawa tapi menahan nya dengan susah payah.
"aku
melihat di sini, sepertinya enak" jungkook menyodorkan sebuah majalah
berisi resep makanan.
"hahaha,
arraseo, aku ganti pakaian dulu hm" hoseok pun meninggalkan dapur yang
berantakan itu, lalu mengganti pakaian nya.
"ahh, dia
itu apa? alien? ku kira walau pun manusia lupa ingatan tidak akan sampai
menghancurkan dapur" hoseok bermonolog. selesai dengan pakaian nya, hoseok
kembali ke medan perang yang sudah kacau balau itu.
"nah
katakan, apa yang ingin kau masak?"
"mhh,
ini" jungkook menjawab sambil menunjukan sebuah bento piknik yang di
bentuk lucu seperti kelinci, hello kitty, dan ada juga berbentuk wajah
seseorang.
"hahaha,
arraseo, akan ku bantu kau membuat nya" ucap hoseok lalu mulai mengambil
semua bahan bahan yang di perlukan. hoseok mengajari jungkook dengan sabar juga
perhatian. sesekali mereka bercanda saat membuat bento imut itu.
"ta-daa"
hoseok memperlihatkan wajah nya yang dihias dengan lembaran rumpul laut
membentuk alis yang menyatu, tompel besar, dan juga di deretan gigi nya. dan
itu benar benar memecahkan tawa jungkook. hoseok juga membantu jungkook
memperjelek wajah nya. lalu mereka berfoto bersama.
entah sejak
kapan mereka berdua menjadi sedekat ini. mata hoseok melihat kepada jungkook,
saat namja manis itu sedang fokus membentuk lumba lumba dengan nasi nya.
"dia sangat indah, lucu, polos, bahkan seperti alien
yang tidak tau apa apa. tapi apa pun dirimu, aku berterima kasih sudah hadir
menemaniku" hoseok bermonolog dalam hati nya
sambil memandangi jungkook dari samping.
"ta-daa"
jungkook menyodorkan sebuah kotak bento dengan bentuk.. errr entah lah, hoseok
tidak yakin dengan itu.
"wahh,
bentuk apa ini" tanya hoseok setelah menerima kotak bento itu.
"ini
lumba-lumba, ini kelinci, dan ini kau" jungkook memperkenalkan hasil karya
nya satu persatu yang di lihat hoseok hanya seperti gumpalan nasi dengan
taburan rumput laut di atas nya.
"ini
aku?" ucap nya tak percaya bahwa namja manis itu menggambar diri nya.
"iya itu
kau" jungkook berucap bangga atas karya nya.
"yakk,
bagaimana bisa aku sejelek ini" hoseok memprotes gumpalan nasi yang disebut
gambaran dirinya itu.
"aku
berniat membuat mu. jadi itu adalah kau" kali ini jungkook sudah mulai
banyak bicara bahkan membela diri nya
"yakk yakk
yakkk, sopan lah, berapa umur mu, dari wajah mu terlihat kau lebih muda dari ku"
hoseok mengait leher jungkook dengan ketek nya.
"ahhh,
ahhh, ampunn" jungkook sedikit tersenyum dan memukul mukul pelan pinggang
hoseok.
"beri aku
panggilan yang sopan" kali ini hoseok melonggarkan kepitan nya di leher
jungkook jadi terasa sedang merangkul nya.
"hmmm,
sopan" ucap jungkook memanggil hoseok dengan panggilang 'sopan'
"hahh?
yakkk!!" hoseok sedikit mengeratkan kepitan nya lagi.
"ahhh,
ahhh, iya iya" jungkook kembali meminta penawaran untuk sebuah panggilan
itu. hoseok pun merenggangkan kepitan nya lagi.
"mwoya? panggilan? panggilan apa ya? dia adalah
hidupku, sebuah harapan untuk ku, hidupku hanya untuk bersama nya. aku akan
hidup sampai dia memintaku mati" jungkook
berfikir di dalam benak nya, memikirkan panggilan yang bagus untuk hoseok nya.
"umhh,
hobie, hobie hyung" akhirnya jungkook menyebutkan sebuah kata yang
terdengar lumayan di telinga hoseok. dan itu membuat jungkook terbebas dari
kepitan ketek hoseok.
"hobie?"
tanya hoseok dan di jawab oleh anggukan imut jungkook
"kenapa
hobie?" sepertinya hoseok penasaran dengan panggilan itu.
"karena
kau adalah sebuah harapan. harapan ku hidup" jungkook menjawab dengan
spontan
DEG~~
hoseok masih
mencerna jawaban dari jungkook, tapi itu membuat dadanya berdebar dan darah nya
mengalir deras sehingga wajah nya menjadi panas dan sedikit memerah.
"ahh,
sepertinya ini enak, kebetulan aku lapar" hoseok mengalihkan pembicaraan
dan membawa bento itu ke ruang tengan meninggalkan jungkook dan dapur
berantakan nya.
.
.
tidak terasa
sudah hampir 1 bulan jungkook tinggal bersama hoseok. waktu itu cukup membuat
mereka sangat dekat. dan hoseok pun sudah merasa nyaman dengan adanya jungkook
bersama nya. dengan adanya jungkook sekarang, hoseok merasa kesialan yang ada
dalam dirinya perlahan menguap.
TAP
"ahh,
hobie hyung~" jungkook berseru manja saat sepasang tangan menutupi kedua
mata nya. dan dia tau itu adalah manusia nya.
"eohh
bagai mana kau tau" hoseok melepaskan tangan nya yang menutup mata
jungkook dan beralih duduk di sebelah namja manis dengan gigi kelinci itu.
"aku akan
tau kalau itu hobie hyung" jungkook tersenyum manis pada hoseok. dan lagi
lagi itu membuat dada namja itu bergetar. bagai mana dia bisa menghindari cinta
ini. aniya, hoseok tidak akan menghindari cinta ini. hoseok akan mengakui nya.
CHU~~
sebuah kecupan
ringan mendarat di bibir jungkook. membuat kedua mata nya terbelalak kaget.
"ho-bie-hyung"
panggil jungkook sedikit gugup.
"saranghae
jungkook-ah" sebuah kata yang membuat tubuh jungkook terasa ringan dan
akan terbang. belum pernah jungkook merasa sebahagia ini semenjak menjadi
manusia.
"otteo?
kau jijik pada ku karena mencintai namja?" mata musang hoseok menatap
lekat wajah jungkook. dengan cepat jungkook menggelengkan kepala nya.
"lalu?"
hoseok meminta pendapat jungkook atas pernyataan cinta nya.
"nado"
hoseok menaikan salah satu alis nya saat mendengar jawaban jungkook.
"ulangi
dengan jelas" hoseok mendekatkan posisi nya dengan jungkook, kedua tangan
nya menangkup pipi namja manis itu. manik mata mereka saling bertemu. hanya ada
hoseok di mata jungkook. dan hanya ada jungkook di mata hoseok.
"na-do,
sarang-hae ho-bie hyung" ucap jungkook terbata bata dan terdengar lembut
"hmm?
apa?" hoseok berlagak tidak mendengar nya.
"nado
saranghae hobie hyung" suara melengking jungkook mengintrupsi pendengaran
hoseok. membuat hoseok tertawa karena jungkook mengucapkan nya sambil berteriak
dan muka nya sangat lucu. hoseok meraih tubuh jungkook. membawa tubuh itu ke
dalam pelukan nya.
"hyung
dengar itu, tidak perlu berteriak, kau mencintai ku atau marah pada ku
hm?" hoseok berucap dengan nada mengejek jungkook yang kini ada di pelukan
nya. seperti nya hoseok belum puas menggoda namja bergigi kekinci itu.
"akhh, aku
membenci mu hyung" jungkook mempout kan bibir nya sambil mendorong hoseok
agar menjauh dari diri nya. hoseok yang sangat senang menggoda jungkook pun
tertawa terbahak bahak. lalu menarik jungkook lagi kepelukan nya.
"arraseo,
arraseo mianhae" hoseok mengusap lembut punggung jungkook. lalu melepaskan
pelukan nya dengan posisi yang masih sangat dekat. hoseok menangkup wajah
jungkook lagi dengan kedua tangan nya. mata musang nya mentap lekat-lekat namja
manis itu.
"saranghae"
ucap nya lembut, lalu tersenyum manis.
"nado
saranghae" jungkook pun membalas dengan senyum nya yang tak kalah manis .
.
seperti sebuah
keberuntungan jungkook di hidup hoseok. kini hoseok menjalani hidup nya dengan
normal. memiliki teman, memiliki kenangan dan juga cinta.
"pagi
kookie-ah"
"pagi
hobie hyung"
"apa yang
kau lakukan hm?"
"ahh ini,
segelas susu dan roti panggang hyung"
"ahh uri
kookie sudah bisa membuat susu hm" hoseok mengusap lembut surai jungkook.
jungkook pun hanya tersipu malu atas pujian yang di dapat nya pagi ini.
"hyung mau
berangkat?" jungkook melihat hoseok yang sudah rapi dengan seragam sekolah
nya.
"ne,
jangan nakal di rumah hm, jangan lakukan apa pun yang akan melukai dirimu. arraseo"
hoseok berucap setelah menggigit roti dan meneguk susu nya.
"hmm,
arraseo" jungkook dengan imut menganggukan kepala nya.
"hyung
berangkat" hoseok berdiri dari duduk nya. menangkup pipi jungkook dan
mengecup kening namja manis bergigi kelinci itu hingga semburat merah di pipi
putih jungkook terlihat.
hoseok pun
sudah benar benar pergi meninggalkan jungkook seorang diri. tak ada yang bisa
jungkook lakukan. karena jungkook memang masih canggung berprilaku seperti
manusia. dia tidak pernah bersih bersih sebelum nya, juga memasak jadi butuh
waktu sedikit lebih lama untuk jungkook agar bisa melakukan itu.
knock knock knock
jungkook
menatap ke arah pintu. mendengar seseorang sedang mengetuk pintu.
"eohh, apa
itu hobie hyung?" jungkook melangkahkan kaki nya menuju pintu dan membuka
kan pintu memastikan siapa yang bertamu ke rumah manusia nya.
"nu-gu"
mata jungkook terbelalak. bibir nya tak sanggup berkata kata. bahkan jungkook
lupa untuk mengerjapkan mata nya melihat namja yang berdiri di ambang pintu
saat ini.
"wae?"
jungkook hanya diam. mata nya masih menatap
lekat setiap lekuakn indah namja itu. bahkan jungkook mengabaikan pertanyaan
yang keluar dari bibir namja itu.
"sadar lah
jungkook" namja itu tersenyum geli melihat ekspresi jungkook yang tak
pernah terfikirkan oleh nya akan seperti ini.
"kau
sungguhan? kau sungguh taehyung hyung?" ya, namja bernama taehyung itu
kini berdiri di hadapan jungkook. kini dia tersenyum geli melihat jungkook yang
kaget karena kehadiran nya.
"hmm, ini
sungguh aku jungkook-ah"
Braakkk
jungkook langsung menghambur kedalam pelukan
taehyung. dia sungguh sangat merindukan namja mermaid itu. namja yang dulu
selalu menemani nya. bahkan sudah seperti separuh dari jiwa nya, karena tak
pernah waktu mereka lalui secara terpisah.
"bagai
mana kabar mu hm?" taehyung membalas pelukan kerinduan jungkook.
"hyung,
bagaimana kau kemari?" jungkook mengabaikan pertanyaan yang di tujukan
untuk nya.
"bagaimana
aku kemari? bagaimana kau kemari? seperti itu juga cara aku kemari"
jungkook melepaskan pelukan nya. mata nya menatap taehyung dengan tatapan
sangat rindu.
"ayo masuk
hyung" jungkook menarik lengan taehyung memasuki rumah yang ditinggali nya
dengan hoseok. taehyung mengikuti langkah jungkook. mata nya memperhatikan
ruangan
yang ada di dalam rumah itu.
"kau hidup
dengan baik rupa nya" taehyung bergumam. tapi itu dapat di dengar oleh
jungkook.
"ne hyung,
duduk lah, aku akan membuatkan minuman untuk mu" ucap jungkook yang kini sudah melangkahkan kaki nya menuju dapur untuk membuatkan sahabat lamanya itu sebuah minuman layak nya manusia.
"ahh, kau juga sudah bisa berprilaku seperti manusia rupa nya"
tahyung mendudukan dirinya di sofa ruang tengan. mata nya menangkap sebuah
gambar yang terletak di nakas kecil.
"minum lah hyung, ini enak" jungkook datang dengan dua gelas susu
coklat yang di letakan nya dimeja.
"kapan kalian mengambil foto ini?" tanya taehyung meraih bingkai
foto yang berisi gambar lucu 'manusia' dan juga jungkook. jelas taehyung
penasaran. pasalnya jungkook juga belum terhitung lama menjadi manusia, tapi
merek sudah sedekat ini.
"ahh itu sekitar satu minggu yang lalu" jawab jungkook
"apa aku
terlambat?"
ucap taehyung dalam hati nya.
"hobie hyung sedang ke sekolah" ucap jungkook memberi tau
taehyung.
"hobie hyung?" tanya taehyung menyakinkan apa yang di tangkap
pendengaran nya.
"umhh, hobie hyung, aku memanggil nya hobie hyung" jelas jungkook
"terakhir
yang aku tau, dia masih memanggil nya dengan sebutan 'manusia ku'. dan kini dia
sudah memberi panggilan yang baik untuk nya" lagi lagi taehyung bermonolog dalam hati nya.
"wae hyung? hyung sakit?" jungkook menyentuh kening taehyung tiba
tiba, saat melihat taehyung hanya melamun.
"ahh aniya" taehyung menyingkirkan tangan jungkook di kening nya.
"kau mau ke pantai?" sambung taehyung.
"pantai? umhh boleh hyung" tanpa fikir panjang jungkook menerima
ajakan taehyung. kedua nya meninggalkan rumah dan berjalan beriringan menuju
pantai. taehyung meraih jemari jungkook. di genggam nya tangan jungkook dengan
erat. membuat jungkook memandang ke arah nya. tapi taehyung pura pura tak
melihat tatapan jungkook. jungkook hanya sedikit tersenyum. hal ini bukan lah
hal aneh. mengingat taehyung sudah seperti saudara bagi nya.
"sampai kapan hyung menjadi manusia?" tanya jungkook saat mereka
sudah duduk santai disebuah karang besar.
"sampai kapan aku mau" ucap taehyung santai
"jinjja? bagaimana bisa begitu?" jungkook sangat penasaran.
pasalnya itu berbeda dengan diri nya.
"dengar jungkook, perjanjian ku dan perjanjian mu itu jelas berbeda.
jadi jangan tanya lagi" jungkook tersenyum mendengar jawaban taehyung.
bukan masalah perjanjian nya. tapi karena taehyung yang duduk di samping nya
kini masih lah taehyung yang dulu. taehyung yang berbicara kasar pada nya. tapi
juga sosok yang paling mengerti bagaimana dirinya. dan taehyung adalah sosok
yang selalu mencintai nya seperti adik nya sendiri.
taehyung menatap hamparan pantai yang terbentang luas. entah apa yang ada
di fikiran nya saat ini. tapi mata nya menatap kosong.
"hyung, kau sungguh baik baik saja?" jungkook tampak khawatir
melihat taehyung.
"ne, aku baik baik saja" taehyung sedikit tersenyum menatap
jungkook.
"arraseo" jungkook merasa ada yang di khawatirkan oleh taehyung.
tapi jungkook tak tau apa itu.
"jungkook-ah" taehyung memanggil nya dengan lembut
"ne hyung" jungkook menaruh fokus nya pada taehyung
"apa yang paling kau sukai di dunia ini?" jungkook terdiam saat
mendengar pertanyaan dari taehyung. bahkan dia sudah tau jawaban nya.
"apa yang yang kau sukai dari nya? apa itu tidak ada pada ku?"
taehyung tiba tiba menoleh. membuat mata mereka saling bertatapan. tapi
jungkook hanya diam.
"kau tidak perlu menjawab sekarang. pulang lah, sudah hampir
senja" taehyung lebih dahulu berdiri dan meninggalkan jungkook.
jungkook tiba di rumah. kaki nya
masih terasa lemas. entah apa yang membebani fikiran nya saat ini. tubuh nya
langsung terkulai di sofa.
"kookie-ah, kau dari mana?" tanya hoseok yang langsung
menghampiri jungkook saat mendengar ada yang memasuki rumah. mata jungkook yang
mula nya terpejam, perlahan terbuka, menatap hoseok yang kini di samping nya.
sebuah senyum tipis tersungging di wajah nya. rasanya beban yang tadi di
rasakan oleh namja itu sudah menguap sebagian.
"ahh, tadi aku dari pantai hyung" jungkook masih menjawab dengan
nada lemah.
"gwaenchana? apa terjadi sesuatu?" hoseok tampak cemas. pasal nya
dia menemukan jungkook di pantai kurang lebih satu bulan yang lalu. hoseok takut
jika jungkook mengingat sesuatu di pantai dan akan meninggal kan nya.
"aniya, gwaenchana hyung" jawab jungkook dan menggenggam jemari
hoseok.
GREEP
hoseok tiba tiba membawa jungkook kedalam pelukan nya. mendekap namja itu
dengan kuat. membuat jungkook merasa sedikit lebih baikan dengan sebuah pelukan
hangat itu.
"jangan pernah kesana lagi" ucap hoseok dan masih mendekap
jungkook
"heh?"
"jangan ke pantai lagi, kau hanya perlu tinggal di rumah saja,
menunggu hyung pulang, arraseo"
"ah, ne, arraseo hyung" jungkook menjawab dengan nada sedikit
bingung kenapa tiba tiba hoseok melarang nya kepantai.
.
.
"yakk, waeyo?" sebuah suara menyadarkan hoseok dari lamunan nya.
"oh seungjae-ah" hoseok merasa lega karena itu adalah teman
sebangku nya.
"yakk ada apa hm? kau terlihat memikirkan sesuatu?" seungjae
mendudukan dirinya di bangku sebelah hoseok. hoseok menatap seungjae seperti
meng'iya'kan pernyataan seungjae
barusan. seungjae pun memberikan fokus nya pada hoseok.
"ini masalah cinta ya?" tiba tiba seungjae mendekat dan bingo,
tebakan nya benar.
"ya, kau benar" karena sudah tertangkap basah hoseok pun mengaku.
"aku punya kekasih, dan dia ada di rumah ku saat ini" jelas
hoseok.
"ahhh, kau bingung akan melakukan apa dengan nya di rumah nanti hm?"
pletakk
sebuah jitakan mendarat di kepala seungjae.
"yakkk!!! sakitt!!" protes seungjae atas jitakan yang cukup keras
tersebut.
"bukan itu, aku sudah tinggal hampir 1bulan dengan nya"
"whattt???" teriak sungjae yang kaget.
pletakkk
untuk kedua kali nya jitakan mendarat di kepala seungjae
"aghhh yakkk!!"
"bukan begitu, mangkanya dengarkan aku dulu" ucap hoseok kembali
serius
"aghh, arraseo, arraseo" jawab seungjae sambil mengelus kepala
nya.
"setiap aku pulang, dia selalu dari luar. dan selalu ada 2gelas atau
2piring di atas meja tamu. jika itu milik ku harus nya ada di meja makan, aku
takut dia menerima tamu dan jalan jalan dengan tamu itu" akhirnya hoseok
dapat menceritakan apa yang mengganjal di benak nya.
"kau mencurigai seseorang?" seungjae pun menanggapi dengan
serius. tapi hoseok hanya menggelengkan kepala nya.
"lalu?"
"entah lah, aku tidak bisa menuduh
siapa pun, karena dia aku dapatkan di pantai, seorang diri"
"apa?? dapat?? maksud mu, kau.."
"ya, ya, seperti itu. aku tidak kenal siapa dia, aku merawat nya, aku
jatuh cinta pada nya, dan saat ini aku takut dia akan meninggalkan ku"
hoseok membantu seungjae mencerna ucapan 'mendapatkan'
yang seperti nya tak dapat di deskripsikan oleh seungjae.
"wahhh, kau sungguh orang gila. bagai mana kalau dia bukan
manusia?"
"saat ini bukan itu yang penting. aku tidak perduli dia manusia atau
bukan. aku hanya tak ingin dia pergi"
"wahh mahluk seperti apa dia, bisa menahlukan mu sampai begini"
seungjae menggelengkan kepala nya. jelas saja. hoseok sejak pertama kali
menginjakan kaki nya sebagai murid baru, sudah banyak siswa yang menyukai nya,
bukan hanya yeoja, tapi juga namja. tapi hoseok selalu bersikap acuh atas cinta
yang di terima nya itu.
"ini dia" tiba tiba hoseok memperlihatkan sebuah foto dirinya dan
seorang namja yang tampak begitu imut.
"ahh, pantas saja. dia bahkan lebih natural dari pada yeoja yeoja di
sini"
pletakkk
satu jitakan mendarat lagi di kepala seungjae
"yakk, kali ini aku salah apa"
"salah mu karena terlalu memuji nya"
"aughh, kau protectif sekali tuan" seungjae berbicara dengan nada
mengejek sambil mengelus lagi kepala nya.
.
.
taehyung dan jungkook kini berdiri
di bibir pantai. menatap matahari yang sudah akan kembali ke peristirahatan
nya. membuat langit menjadi kejingga-jinggaan. dan ini sangat indah, karena
saat bukan menjadi manusia mereka tak dapat menyaksikan ini.
"wahh, indah nya" ucap jungkook mengagumi indahnya matahari
terbenam.
"ya, indah, tapi aku membenci nya" jawaban taehyung sontak
membuat jungkook menoleh pada nya.
"kenapa?" tanya jungkook dengan tatapan bingung dan menaikan
satualis nya.
"karena saat keindahan itu datang, kau harus pulang" taehyung
menjawab itu seperti nya serius dan menatap manik mata jungkook cukup tajam,
membuat jungkook merasa sedikit aneh.
"ayy hyung~" lenguh jungkook menanggapi ucapan taehyung dengan
tidak begitu serius walau taehyung sudah bicara dengan sangat serius. jungkook
memukul lembut lengan taehyung menghilangkan perasaan aneh nya. dan itu makin
terasa aneh saat taehyung terus menatap nya tanpa tertawa bahkan tersenyum.
tatapan nya begitu tajam bahkan mungkin menusuk ke dalam hati jungkook. dan itu
membuat jungkook sedikit sakit.
"ahh kau benar hyung, aku harus pulang" ucap jungkook lemah. dia
menatap taehyung dengan tatapan yang taehyung pun benci mendeskripsikan tatapan
itu. jungkook berbalik dan melangkahkan kaki menjauhi taehyung
GREPP
"besok kita akan bertemu lagi kan?" ucap taehyung yang tiba tiba
menahan tangan jungkook dan memeluk namja itu dari belakang. jungkook terdiam.
tapi bibir nya sedikit tersenyum. tapi jungkook juga tak ingin taehyung terlalu
jauh. di satu sisi, jungkook juga senang karena ada taehyung yang menemani nya.
"pasti hyung" jawab jungkook singkat tapi terdengar meyakin kan.
tanpa jungkook dan taehyung sadari, ada sepasang mata yang mengamati mereka
sejak tadi.
"ahh, dimana aku melihat nya ya? seingat ku aku pernah melihat
nya?" seorang namja sedang berfikir keras mengingat dimana dia bertemu
dengan kedua namja yang kini mulai berpisah di bibir pantai.
"ahh ya, dia.. dia.. kekasih hoseok kan?" akhirnya seungjae bisa
mengingat nya. tapi seungjae mengernyitkan dahi nya.
"tapi siapa yang bersama nya? mereka terlihat akrab dan.. enghh..
mes-ra?" seungjae pun tak yakin dengan kata kata 'mesra' tapi itu yang terlihat.
di tempat lain hoseok sudah kembali ke rumah nya. dan lagi lagi hoseok
menemukan rumah nya dengan keadan kosong. hoseok pun mendudukan dirinya di sofa
ruang tamu, menunggu jungkook nya pulang.
"oh hobie hyung" sapa jungkook saat melihat hoseok duduk sambil
mendudukan kepala nya. tapi tatapan mata jungkook membuat nya takut.
"kau kepantai lagi?" tebak hoseok, dan di jawab anggukan oleh
jungkook.
"sudah berapa kali hyung katakan jangan lagi ke sana!!" nada
suara hoseok agak tinggi kali ini.
"apa kata kata ku tak bisa kau mengerti? apa kau tak mendengar saat ku
ucapkan 'jangan' hah!!!" hoseok
berdiri sambil menghentak meja sekeras keras nya. dan kali ini jungkook sungguh
takut. jungkook tak bergerak sedikit pun dari tempat nya berdiri. hoseok
berjalan menghampiri jungkook. dan sontak jungkook menarik kaki nya mundur
menjauhi hoseok. sungguh hoseok saat ini sangat mengerikan bagi jungkook. dan
hoseok yang melihat jungkook menjauhi nya menyadari bahwa saat ini dia pasti
sangat membuat jungkook takut.
"kookie-ah, mianhae, mianhae" ucap hoseok pelan dan masih mencoba
mendekati jungkook. melihat jungkook tak lagi berpindah dari posisi nya, hoseok
meraih jemari jungkook, menarik namja itu ke dalam pelukan nya.
"mianhae, mianhae" hanya permintaan maaf yang dapat di ucapkan
hoseok saat jungkook berada dalam pelukan nya. "hyung tidak ingin kau
pergi kookie-ah, jadi jangan ke pantai lagi hm" lagi lagi hoseok berbicara
sangat lembut. mungkin juga hoseok menyesal akan ucapan nya yang kasar pada
jungkook beberapa menit tadi. dan di jawab oleh anggukan lemah dari jungkook
yang walau pun tak dilihat oleh hoseok tapi dapat di rasakan nya.
hoseok dan jungkook pun sudah bersiap untuk tidur mengingat sekarang sudah
sangat larut.
"kookie-ah"
"hmm hyung" jungkook mendongakan kepala nya sedikit menatao
hoseok.
"apa yang kau lakukan di pantai?" hoseok balas menatap jungkook.
jemari nya memainkan surai lembut milik jungkook.
"tidak ada, kookie hanya melihat matahari terbenam"
"matahari terbenam?" tanya hoseok dan mendapat anggukan pasti
dari jungkook.
"arraseo, lain kali hyung akan menemani mu. ahh, kau pergi
sendirian?" tanya hoseok lagi. tapi mendengar pertanyaan itu, jungkook
terdiam sejenak, dan tak langsung menjawab.
"kookie-ah??"
"ahh ya hyung, kookie sendiri" jawab jungkook terburu buru.
hoseok mengkerutkan kening nya. dia merasa saat ini jungkook tidak berkata
jujur. tapi hoseok membuang perasaan aneh itu. jungkook hanya mengenal nya.
jungkook tidak punya tempat tinggal apa lagi teman.
"arraseo, tidur lah" ucap hoseok dan mengecup lembut kening
jungkook, membuat namja itu memejamkan mata nya dan pergi menuju alam mimpinya.
.
.
"hoseok-ah, hoseok-ah"
sebuah suara yang di kenal hoseok terdengar memanggil nama nya dengan terburu
buru. dan tiba tiba seungjae muncul dari ambang pintu kelas mereka.
"yakk yakk, ada apa eoh?" tanya hoseok saat sahabat nya itu sudah
berada di hadapan nya sambil terengah engah.
"kekasih mu," ucap seungjae dengan masih terengah engah
"kookie? ada apa dengan nya?" raut wajah hoseok segera berubah
menjadi panik. hoseok pun membawa seungjae untuk duduk agar namja itu sedikit
tenang.
"kekasih mu, kemarin aku melihat nya di pantai" ucap seungjae
yang sudah tenang.
"arra" jawab hoseok singkat
"arra? lalu?"
"lalu? ya sudah, dia hanya melihat matahari terbenam"
"sambil berpelukan dengan namja" seungjae menyambung ucapan
hoseok.
"wmo!!" sontak hoseok kaget dan membelalakan matanya.
"iya, aku melihat nya bersama namja. namja itu memeluk kekasih
mu" lapor seungjae.
hoseok terdiam. seperti ada yang berperang di dalam tubuh nya. satu sisi
hoseok ingin mempercayai jungkook, bahwa dia pergi sendirian. di satu sisi
hoseok marah karena merasa jungkook membohongi nya.
"wae
kookie-ah? kenapa kau berbohong? hyung ingin mempercayai mu. tapi kenapa rasa
nya sulit sekali"
hoseok berbicara dalam hati nya.
"dimana kau melihat nya, antarkan aku nanti ke sana" ucap hoseok
dingin. dan itu membuat seungjae sedikit takut dan khawatir sehingga seungjae
hanya dapat menganggukan kepala nya pelan.
.
.
dipantai kali ini jungkook sedang bersama taehyung. sebenarnya jungkook
ingin meminta taehyung untuk tidak sering sering mengajak nya ke pantai.
jungkook tidak bisa terus berbohong pada hobie hyung nya.
"hyung" panggil jungkook, membuat langkah taehyung berhenti dan
menatap namja itu.
"kenapa?"
"bisakah kita tidak sering bertemu?"
DEG
sakit memang. tapi taehyung harus menahan nya agar jungkook tak curiga pada
perasaan nya. karena taehyung sering merasakan jungkook tak nyaman bersama nya.
"hehehe, arraseo arraseo" jawab taehyung sambil tertawa. padahal
sedang menutupi rasa sakit nya. bahkan dia merasa tak bisa melangkah saat ini.
tapi taehyung sekuat tenaga menahan nya.
"hyung tidak marah?"
"haha tentu saja tidak jungkook-ah, untuk apa hyung marah pada
mu" ucap taehyung sambil menangkup kedua pipi chubby jungkook dan menekan
nya dengan kasih sayang hingga bibir jungkook monyong seperti ikan. jungkook
pun menepuk nepuk lengan taehyung minta di lepas kan. tapi taehyung terus
melakukan itu hingga..
"apa yang kalian lakukan?" sebuah suara berat yang terdengar
dingin menghentikan aktivitas taehyung dan jungkook.
"hobie hyung" ucap jungkook pelan
"wae kookie ah? kenapa kau berbohong?" tanya hoseok dingin dan
tatapan tajam yang tertuju pada jungkook.
"jangan marah padanya, dia tidak salah"
BUGHH
"JANGAN IKUT CAMPUR, AKU TIDAK BICARA PADA MU!!" hoseok
melayangkan tinjunya pada taehyung.
"taehyung hyung!!" teriak jungkook saat melihat tubuh taehyung
terhuyung dan jatuh ke pasir pantai.
"ternyata kau mengenal nya" hoseok kembali menatap dingin pada
jungkook, membuat namja manis itu ketakutan.
GREPPP
"KENAPA!!! KENAPA KAU MEMBOHHONGI KU!! KENAPA EOHH!!!" hoseok
berteriak di depan jungkook sambil mencengkram kedua bahu jungkook.
"sudah ku katakan jangan salah kan dia, aku yang mengajak nya"
lagi lagi taehyung mencoba meluruskan
BUGHH
"DIAMLAH BAJINGANN!!!" lagi lagi hoseok melayangkan tinju nya
pada taehyung. tapi kali ini amarah nya makin memuncak, pasal nya jungkook
langsung berlari menolong namja bernama taehyung itu.
"ahh, kau membantu nya"
"hyung, ini salah paham, biar kookie jelaskan"
"aniya, sudah cukup pergi lah" hoseok berucap sangat dingin dan
membalikan tubuhnya melangkah menjauh dari jungkook dan taehyung
"hobie hyung" taeriak jungkook, tapi hoseok tak bergeming sedikit
pun dan meneruskan langkah nya.
GREPPP
jungkook menggenggam lengan hoseok. membuat namja itu menhentikan langkah
nya.
"hobie hyung, kookie bisa jelaskan"
"..."
"hobie hyung"
"..."
"hobie hyung"
"..."
"hob.."
PLAKKK
"DIAMLAHHH!!! JANGAN LAGI MEMANGGIL KU SEPERTI ITU. KAU TULI? AKU
MENYURUH MU PERGI!! MENJAUHLAH DARI HIDUP KU!!! PERGI DARI HIDUP KU!!!"
ucap hoseok penuh emosi dan berteriak sekeras keras nya.
jungkook hanya menatap nanar pada hoseok setelah tangan nya di tepis oleh
manusia itu. manusia yang akan menjadi hidup nya. mendengar ucapan amarah dari
hoseok, langit menjadi hitam. ombak bergulung dengan besar dan menghempas kuat
ke batu karang juga bibir pantai. tiba tiba angin datang dan menerbangkan semua
yang ada di pantai.
di sisi lain, jungkook merasa tubuh nya sulit untuk bernafas. taehyung yang
dapat melihat jungkook di tengah badai pasir pantai itu langsung meraih tangan
jungkook dan membawa jungkook kembali ke air pantai. taehyung melepaskan kalung
yang di kenakan nya. dan seketika ekor mermaid nya kembali. begitu juga
jungkook, namja manis bergigi kelinci itu kembali menjadi lumba-lumba saat
menyelam kedalam air pantai.
.
.
di
sebuah rumah yang cukup besar. kini seorang namja masih terbaring di tempat
tidur nya dengan handuk kecil yang di letakan di atas kening nya. tampak nya
namja itu sedang mengalami demam tingggi, tampak dari bibir nya yang sangat
pucat dan tubuh nya yang mengeluarkan keringat.
"yakk,
kau sakit apa hoseok-ah kenapa sudah 2minggu kau tak sadarkan diri" ucap
sungjae yang selalu setia merawat sahabat nya itu.
ya,
seungjae juga tak mengerti mengapa dia bisa menemukan hoseok di bibir pantai
dalam keadaan pingsan. kekuatan sihir sudah mengambil sebagian ingatan mereka
tentang jungkook dan juga taehyung. termasuk ingatan seungjae. karena seungjae
pun pernah bertemu dengan jungkook dan taehyung.
hoseok POV
"dimana
aku?" sebuah tempat yang sangat terang menyilaukan mata ku. hanya sumber
cahaya yang menyakiti mata ku ini yang dapat ku lihat.
aku
melangkahkan kaki ku menuju sumber cahaya dan aku sungguh tak percaya dengan
apa yang aku lihat. sebuah hamparan pantai yang begitu tenang dengan air
kebiruan yang bening juga pasir putih yang menghiasi nya.
"aku
dimana sebenar nya?" aku melangkahkan kaki ku perlahan, semakin lama
semakin memasuki tempat yang tak aku tau ini. angin yang sangat tenang tapi
cukup memberi kesejukan dalam diri ku. manik mata ku berkelana kesegala arah melihat
apa ada orang selain aku di sini. tapi tak ada seorang pun yang tertangkap oleh
mata ku. aku mendudukan diriku di pasir putih ini. pasir lembut dan dingin
membuat ku merasa nyaman.
otak
ku juga berfikir, apa yang membawa ku kemari? apa yang ku kerjakan di sini? apa
juga yang aku cari? fakta nya hanya aku sendiri di tempat ini. aku berdiri dan
melangkah semakin dekat dengan bibir pantai. ku sentuh air pantai ber warna
kebiruan itu dengan kaki ku. dan rasanya sangat segar.
"hoseok-ah"
aku
tertegun karena ada seseorang yang memanggil nama ku. tapi aku tau itu suara
milik siapa. itu adalah suara seungjae teman sebangku ku.
"sebenarnya
aku dimana?" aku menatap ke langit. tapi tak ada hal yang dapat memberiku
petunjuk dimana aku kini. langit pun tampak lebih indah dari yang aku tau.
"jung hoseok"
lagi
lagi suara seungjae terdengar sedang memanggil nama ku. dan aku yakin diriku
yang sebenar nya bukan lah di sini.
"nuguya?"
aku berteriak saat melihat sebuah bayangan putih lewat di belakang ku. ku tajam
kan mata ku untuk lebih memperhatikan sekitar ku, dan aku melihat seorang namja
kecil sedang berlari lalu berhenti dan berbalik menatap ku. tangan nya melambai
pada ku seakan ingin menunjukan seauatu pada ku. aku mengkerutkan kening ku
merasa bingung, tapi tetap melangkahkan kaki ku mengikuti kemana anak itu
membawa ku. dan yang membuat ku bingung lagi, dia adalah aku saat kecil.
dia
berhenti dan aku ikut berhenti tak jauh di belakang nya. tangan nya bergerak
menunjuk sebuah tubuh yang tertidur di atas karang. dan tubuh itu adalah tubuh
ku. perlahan aku mendekati tubuh ku yang sangat dingin
"apa
aku sudah mati?" tanya ku pada diriku yang kecil. dan aku cukup bersyukur
karena anak itu menggelengkan kepala nya.
"bisakan
aku kembali?" tanya ku lagi. dan anak itu kembali menganggukan kepala nya.
"bagaimana?"
anak itu kembali menunjuk tubuh ku. aku tak yakin, tapi aku rasa dia berkata
kalau aku barus menyatu dengan tubuh ku yang dingin ini.
"apa
jika aku menyatu dengan tubuh ini aku akan kembali?" dan anak itu kembali
menganggukan kepala nya. aku fikir aku gila karena bisa mengerti bahasa tubuh
nya. tapi itu mungkin saja, karena dia adalah diriku saat kecil. mungkin itu
ada hubungan nya.
aku
berdiri di atas tubuh dingin itu, menyamakan posisi dan mulai menyatu ke dalam
tubuh dingin itu.
hoseok POV end
.
.
"ukhukk
ukhukkk"
"hoseok-ah"
ucap seungjae yang kaget melihat hoseok yang mulai sadar. seungjae membawa
tubuh hoseok untuk setengah duduk dari posisi berbaring nya.
"gwaenchana?"
ucap seungjae lagi dan memberikan minum kepada hoseok yang sudah mulai membuka
mata nya.
"akhh
aku kenapa?" tanya hoseok dengan suara yang serak dan terdengar lemah
"kau
sudah pingsan selama 2minggu" jawab seungjae
"2
minggu?" tanya hoseok seakan tak percaya. dan mendapat anggukan pasti dari
seungjae.
"ini
minum lah dulu" seungjae menyodorkan segelas air pada hoseok. hoseok
menerima dan langsung meminum air itu. tampak nya hoseok memang kehausan.
"tunggu
di sini, aku akan mengambilkan bubur dan buah" ucap seungjae lalu
melangkahkan kaki nya keluar dari kamar hoseok mwnuju dapur.
"emh,
gomawo" ucap hoseok lemah tapi, hoseok merasa tangan nya menggenggam
sesuatu. hoseok menarik tangan nya dan melihat apa yang sebenarnya ada di
genggaman tangan nya.
"kalung?"
ucap nya saat melihat tangan nya menggenggam sebuah kalung. kalung yang indah
dengan gantungan lumba-lumba. hoseok menatap lekat pada gantungan lumba-lumba
di kakung itu. ibu jari nya mengusap lumba-lumba itu. dan mata nya tak lepas
memperhatikan nya. mungkin hoseok berusaha mengingat kenapa dia bisa
menggenggam kalung ini.
"aakhhhh
ahhh" tapi jangan kan untuk berusaha keras mengingat nya. baru hoseok
fikirkan saja kepala nya sudah terasa sangat sakit.
"yakk
kenapa?" seungjae buru buru datang dengan nampan berisi bubur dan buah
buahan untuk hoseok konsumsi. secepat kilat hoseok menyembunyikan kalung yang
berada di tangan nya.
"ahh
aniya, gwaenchana, kepala ku hanya sedikit sakit." jawab hoseok agar
seungjae tak terlalu khawatir.
"arraseo,
makan lah dulu, aku akan mencarikan mu obat" ucap seungjae dan hanya di
jawab anggukan oleh hoseok.
.
.
sudah
tiga hari semenjak hoseok sadar dari pingsan nya. tapi hkseok belum kembali
masuk sekolah karena dia masih merasa belum cukup pulih. entah apa yang
sebenarnya di rasakan oleh hoseok.
pagi
ini hoseok bangun dan berjalan gontai menuju dapur. hoseok membuka lemari es
nya dan mengambil sebuah botol air minum. tapi saat hoseok akan memasukan
kembali botol itu, hoseok melihat beberapa kotak bento di dalam lemari es nya
"apa
ini?" hoseok bermonolog dan merain salah satu kotak bento tersebut. hoseok
membuka nya dan melihat berbagai bentuk tidak jelas dari gumpalan gumpalan nasi
dalam kotak bento itu.
"siapa
yang membuat ini?" lagi-lagi hoseok bermonolog di pagi hari.
"saeungjae
kah?" sambung hoseok. tapi tanpa memperdulikan siapa yang membuat bento
itu, hoseok lalu melahap satu dari beberapa gumpalan nasi itu.
"rasa
nya lumayan" ucap nya lalu kembali melangkahkan diri ke kamar nya. hoseok
duduk di pinggir ranjang milik nya. tangan nya meraba isi saku celana nya dan
mengeluarkan sebuah kalung. kalung yang masih penuh misteri dari mana asal nya
dan milik siapa. hoseok masih belum bisa mengingat itu.
hoseok
terus menatap gantungan lumba lumba pada kalung nya. mencoba mengingat sesuatu.
paling tidak sebuah petunjuk tentang pemilik kalung tersebut.
"aakhhhh
akhhhhh ahhhhh" tapi semakin hoseok berusaha mengingatnya, kepala hoseok
malah terasa amat sakit. bukan hanya kepala nya. hoseok meremas dada nya yang
terasa berdenyut dan itu membuat nya sakit. kini hoseok meringkuk di ranjang
nya menahan rasa sakit itu. dan seperti itu lah akhirnya jika hoseok terus
berusaha keras mengingat pemilik kalung yang ada pada nya kini.
.
.
di
tempat lain, kini seekpr lumba lumba selalu tampak murung dan tidak sebahagia
biasanya.
"jungkook-ah,
kenapa? kau sedih karena kembali jadi lumba lumba?"
"eum...
ne taehyung hyung" jawab nya singkat sambil menekuk wajah nya.
"bahkan
ada aku di sini, dan kau tidak bahagia?"
"aniya,
bukan seperti itu, aku bahagia karen ada kau di sisi ku hyung"
"tapi
wajah mu tidah berbicara seperti itu jungkook"
"...."
hanya hening yang di dapat oleh taehyung
"tak
bisa kah kau bahagia hanya bersama ku saja?" ucapan taehyung barusan
berhasil membuat jungkook mengangkat wajah nya dan matanya tampak terbelalak.
"hyung"
"tak
bisa kah kau tinggal di sisi ku? tidak bisa kah hanya aku yang kau tunggu dan
kau rindu bahkan kau cinta? kau tidak mesti jadi manusia jika kau memilih
bersama ku?" dan tanpa taehyung sadari dia sedang mengungkapkan perasaan
nya pada jungkook. jungkook tampak kaget dengan pengakuan mendadak taehyung.
ini yang di takutkan oleh jungkook.
jungkook
mulai merasakan nya saat taehyung rela menjadi manusia untuk bertemu dengan
nya.
"mianhae
hyung" ucap jungkook lalu pergi meninggalkan taehyung taehyung memejamkan
mata nya dan menghela nafas panjang. menyesali ucapan nya barusan. harus nya
taehyung tak se serakah itu.
"aku tak pernah tau jantungku berdetak
sangat kencang. tapi aku terlalu lambat dan jadi pengecut, membagi kenangan
bersama nya. aku menyukai mu." sesal
taehyung dalam hati nya.
.
.
ini sudah hari ke 7 sejak hoseok bangun dari
pingsan nya. dan hari ke 7 pula bagi hoseom untuk terus mengingat siapa pemilik
kalung lumba-lumba itu. hoseok juga bingung kenapa bento di dalam lemari es nga
tak kunjung habis. hoseok tak yakin, tapi antara kalung dan bento itu pasti ada
kaitan nya. dan juga mimpi yang sering di alami nya. hoseok mendudukan dirinya
di sofa ruang tamu. meletakan kakung juga sebuah kotak bento di hadapan nya.
"mungkin
kah yang membuat bento ini sii pemilik kalung lumba-lumba ini" ucap hoseok
seorang diri
PRANNKKK
hoseok
menolehkan kepala nya saat mendengar sebuah barang jatuh dan tampak nya barang
itu telah pecah jika terdengar dari suara nya. hoseok berdiri untuk memeriksa
apa yang terjatuh dan ternyata sebuah bingkai foto. bingkai foto berisi foto
hoseok.
"aakhhhh
ahhhh aakhhhh" tapi tiba tiba kepala hoseok semakin sakit saat melihat
bingkai foto itu. hanya ada gambar hoseok di sana. walau hoseok tak yakin, dia
merasa ada sesuatu yang aneh dari foto itu. suasana dapur yang berantakan, dan
bento seperti yang sering di makan nya belakangan ini juga ada di foto itu.
"aakhh
ahhh, andwae, aku harus bertahan. aku harus tau siapa dia" ucap hoseok
sambil menahan rasa sakit nya.
"aakhhhh
ahhhhh" erang hoseok kesakitan hingga mata nya meneteskan sebuah bening
yang jatuh mengenai kalung lumba-lumba itu.
.
.
"dimana
aku?" ucap hoseok merasakan sakit nya yang sedikit berkurang dan dia sudah
sanggup membuka mata.
"tempat
ini? ini tempat saat aku bertemu diriku yang masih kecil" hoseok tampak
mulai mengenali tempat dia berada saat ini. tapi tampak nya hoseok kembali
melihat hoseok kecil di sana. hoseok kecil yang sedang duduk bersama seekor lumba-lumba.
hoseok
mengkerutkan kening nya. mengamati sambil berfikir. dan hoseok ingat bahwa dulu
dia juga pernah menolong seekor lumba lumba di pantai.
"aakkhhhhh"
erang hoseok sambil memegangi kepala nya yang kembali terasa sakit. tapi kaki
nya melangkah perlahan mendekati hoseok kecil juga lumba lumba itu. tapi saat
hoseok semakin dekat. hoseok kecil berubah menjadi dirinya yang sekarang. dan
lumba lumba itu berubah menjadi seorang namja imut dengan gigi bak kelinci itu.
tubuh hoseok terhuyung kebelakang karena kaget. dan kepala nya semakin sakit.
"aakhhhh
ahhhhhh" hoseok menjambak rambut nya sendiri menghilangkan rasa sakit.
tapi di tengah kesakitan hoseok, indra pendengaran nya menangkap sebuah suara
yang menyerukan nama 'kookie'.
.
.
"aaakkhhhh
ahhh ahhhh" mata hoseok terbuka dengan kepala yang masih terasa sakit.
tapi kini hoseok sudah dapat mengingat semua nya. kenangan nya bersama kookie,
seseorang yang di tolong nya. sama seperti saat dia menolong seekor lumba-lumba
saat kecil dulu. dan kookie adalah lumba-lumba itu.
hoseok
membawa tubuhnya berdiri, dan berusaha melangkah ke pantai. tak lupa hoseok
membawa kalung lumba lumba itu bersama nya. "kookie-ah!!!!" teriak
hoseok dari bibir pantai.
"kookie-ah!!!!"
"hiksss,
kookie-ah, mianhae. hyung salah, maafkan hyung, kembali lah kookie-ah, hyung
mencintai mu, hyung sakit tanpa mu, hiksss" kookie berlutut di bibir
pantai. bahkan hoseok tak perduli kaki nya yang sudah basah di jilat ombak.
hoseok terus meneriakan nama jungkook. dan di bawah sana, jungkook dapat
mendengar nya. tapi jungkook tak bisa melakukan apa pun. jungkook pun menangis
melihat hoseok kesakitan.
"kookie-ah!!!!"
"kookie-ah!!!!"
"kookie-ah!!!!"
"kookie-ah!!!!"
"kookie-ah!!!!"
hingga
senja datang, mewarnai langit biru menjadi jingga kemerahan. hoseok tetap
meneriakan nama jungkook.
"kookie-ah!!!!"
teriak nya sangat keras karena frustasi.
DENGGG DENGGG DENGGG
hoseok
mendengar lonceng berbunyi tiga kali. entah pertanda apa, tapi tiba tiba angin
menjadi gaduh dan merebangkan pasir pasir pantai, membuat hoseok tenggelam di
butiran pasir yang berterbangan. ombak pun ikut menghempas hempaskan diri
dengan kerasa ke batu karang. langit senja yang berwarna jinga kemerahan
menjadi gelap gulita dengan petir yang menyambar menghiasi nya. hoseok melihat
sebuah bayangan menghampiri nya. hoseok yakin itu adalah jungkook walau pun
hoseok tak melihat wajah nya dengan jelas. tak bicara apa pun. tapi yang pasti
hoseok memberikan kalung dengan bandul lumba-lumba itu. dan hoseok sangat yakin dia memberikan nya ke orang yang tepat.
.
.
END